Ruang Isolasi Virus Corona di RSUD Jombang Bersebelahan dengan Paviliun Kenanga

0
350
RSUD Jombang Menyiapkan Ruang Isolasi Virus Corona

Ruang Isolasi Virus Corona di SRUD Jombang Bersebelahan dengan Paviliun Kenanga

Jombang, layang.co – Sebagai  Rumah Sakit rujukan yang mengcover wilayah regional Jawa Timur bagian tengah meliputi lima Kabupaten/Kota Jombang dan sekitarnya,  mulai pekan lalu RSUD Jombang, telah menyiapkan ruang isolasi bagi penderita yang yang terpapar virus corona, yakni  virus yang belakangan ini sedang menjadi momok bagi masarakat.

Meski telah disiapkan, namun hingga Senin (27/1/2020) siang belum ada pasien rujukan yang terkait dengan penderita terjangkit viirus corona. Sedangkan ruang  isolasi untuk pelayanan penderita virus tersebut berada di bagian belakang, yakni bersebelahan dengan Paviliun Kenanga.

Di dalam ruangan itu terdapat lima bed (tempat tidur) berikut peralatan medis dan sarpras (sarana prasarana) yang memadai.

“Sebagai rumah sakit rujukan, kita dituntut menyiapkan segala sesuatu terkait dengan adanya endemik ataupun kejadian luar biasa. Nah, saat ini yang lagi tren adalah virus corona,” kata Direktur RSUD Jombang dr Pudji Umbaran, kepada awak media Jumat pekan lalu.

Namun demikian, Pudji memastikan bahwasannya hingga saat ini belum ada pasien yang positif terjangkit virus corona.

“Kami harap di Jombang tidak terjadi (penderita virus corona). Kalau pun ada, kita sudah siap. Kita sudah memiliki ruangan dan tim isolasi,” kata Pudji sembari menunjukkan ruangan yang dimaksud.

Ruang isolasi, lanjut Pudji, berkapasitas lima tempat lima tempat tidur dan dilengkapi tekanan negatif. Selain itu juga terdapat APD (alat pelindung diri) seperti masker dan baju khusus. Kemudian, alur pintunya bersifat one way (tidak boleh kembali).

Ruangan khusus tersebut juga didesain sedemikian rupa dengan pengalihan udara yang tidak sampai mencemari lingkungan sekitar. “Semuanya sudah kita siapkan, termasuk tim isolasi, serta obat-obatan,” tambahnya.

Soal virus corona, Pudji mengungkapkan, sebelumnya virus tersebut menyebar dari hewan ke manusia. Namun belakangan penyebarannya sudah terjadi dari manusia ke manusia, yakni melalui percikan. Artinya, penyebaran melalui udara, baik yang keluar dari hidung maupun mulut.

“Masa inkubasi (virus corona) seperti flu lainnya, kurang lebih satu minggu. Dan itu bisa muncul gejala yang sangat mematikan. Karena saluran nafas bisa menjadi bengkak. Ini yang bisa menimbulkan gagal nafas,” ujar Pudji.

Oleh sebab itu, Pudji mengimbau agar masyarakat senantiasa menjaga stamina tubuh. Selain itu juga menggunakan masker saat melakukan aktivitas di luar. “Kemudian ketika ada warga yang terserang flu, secepatnya disarankan untuk periksa ke dokter atau pusat kesehatan,” tuturnya. (ab/dan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here