Petani di Sentol, Jombang Gropyok dan Bantai Hama Tikus di Persawahan

0
259
Ribuan Tikus Hasil Kerja Keras Petani di Sentol, Jombang, Sabtu (11/1/2020)

Petani di Sentol, Jombang Gropyok dan Bantai Hama Tikus di Persawahan

Jombang, layang.co – Para petani di Desa Sentol, Kacamatan Tembelang Jombang, hari Sabtu (11/1/2020) pagi kompak melakukan “penggropyokan” hama tikus di areal persawahan mereka. Petani, dengan menggunakan sejumlah alat tradisional mereka berhasil menggebuk, menangkap ribuan tikus. Hama ini rata-rata bersembunyi di tangkis aliran irigasi pertanian.

Kegiatan itu dilakukan memasuki musim tanam tahun 2020. Para petani anggota Gapoktan di Jombang melakukan aksi pembasmian hama tikus. Langkah ini dilakukan karena petani sudah merasa kewalahan atas serangan hama tikus. Tingkat serangan sudah melebihi ambang batas ekonomi. Namun demikian, petani terus berjuang menekan serangan hama tikus.

Tikus-tikus telah membuat rumah (lubang) di tangkis, galeng, atau tempat gundukan tanah di lingkungan sawah. Pembasmian  dilakukan karena serangannya  sudah meresahkan dan menyebabkan petani gagal panen. Serangan hama tikus ini jikalau tidak di basmi akan menimbulkan kerugian lebih parah.

Dengan membawa tongkat kecil (cambuk) warga langsung memukul tikus yang berlarian saat di bongkar lokasi persembunyiannya. Warga di Desa Sentul, Kecamatan Tembelang Jombang ini mengejar tikus yang lari berusaha menghindar dari kejaran petani. Tikus yang berhasil ditangkap langsung dipukul hingga mati.

Aksi pembasmian ini dilakukan karena lahan pertanian di kawasan ini  banyak yang rusak.  Hama dari hewan penggerat ini biasanya menyerang malam hari dan menghabiskan lahan pertanian baik padi maupun tanaman lainnya. Serangan merusak benih padi yang telah ditabur untuk disemaikan guna persiapan tanam.

Nasutiono, Kades Sentul mengatakan gerakan ini dilakukan petani untuk mengurangi gagal panen. Pasalnya, menjelang musim tanam ini sejumlah bibit sudah habis di serang hama tersebut. Apalagi hampir 65 persen mata pencaharian warga adalah bertani.

Muhtar camat tembelang mengakui sebanyak 2 ribu lahan pertanian di 15 desa di wilayahnya rusak di serang hama tikus// dampaknya banyak petani yang gagal panen karena baru tanam benih langsung habis diserang hama// pihaknya akan terus melakukan pembasmian secara masal untuk menghindari gagal panen di musim tanah yang akan datang//

Banyaknya tikus yang menyerang sawah ini disebabkan karena sebagian ekosistem  di lahan pertanian terganggu. Hewan pemangsa, predator  tikus seperti ular di sawah populasinya berkurang sehingga perkembangbiakan hama tikus ini tumbuh pesat, kata Camat Tembelang Muhtar, yang menyaksikan kegiatan warga petani melakukan pembasmian hama tikus.  (ab/dan)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here