Lapak Pedagang di Makam Gus Dur Diresmikan, Tiga Bulan Gratis Retribusi, Bupati Minta Prioritas UKM Warga Jombang yang Masuk

0
324
Pemotongan Pita Bunga Melati, Menandai Peresmian Lapak di Malam Gus Dur

Lapak Pedagang di Makam Gus Dur Diresmikan, Tiga Bulan Gratis Retribusi, Bupati Minta Prioritas UKM Warga Jombang yang Masuk

Jombang, layang.co – Sebanyak 100 lapak pedagang di Makam Gus Dur, Kompleks Pondok Tebuireng, Kecamatan Cukir, Jombang hari Sabtu (21/12) siang diresmikan oleh Bupati Jombang Hj Mudjidah Wahab. Peresmian ditandai dengan Penandatanganan Prasasti, dan pengguntingan pita rangkaian bunga melati, di pintu masuk menuju lapak, yang nantinya mengarah ke lokasi Makam Gus Dur.

Kegiatan diawali lagu-lagu kasidah dan pemberian tali asih kepada sejumlah anak yatim piatu oleh Bupati, diikuti oleh Ketua Penggerak PKK Wiwin Sumrambah, Sekdakab Jombang Ach Jazuli, Staf Ahli Bupati Bidang Ekonomi Ir Jufri. Hadir dalam kesempatan tersebut Kepala Disporapar Hadi Siswaji, para Pemilik Lapak, Kades Cukir, Kades Kwaron, Camat Diwek, Kapolsek Diwek, Dan Ramil Diwek, dan Kabag Humas Protokler Agus Jauhari.

Sejumlah Anak Yatim Memperoleh Tali Asih

Dalam sambutannya Bupati mengingatkan, agar Kadisporapar dalam pengaturan pedagang yang menempati lapak memprioritaskan warga Jombang. Terutama pelaku Usaha Kecil Mikro (UKM) yang berasal dari Desa Cukir dan Kwaron. Jikalau tidak ada warga Jombang baru pedagang dari luar Jombang. Begitu pula tentang pengaturan tenaga parkir, wajib melibatkan warga sekitar, dengan manajemen yang transparan, pengaturan, pembagian prosentase bagi konstribusi bagi daerah.

Tujuan dari pembangunan tempat usaha ini adalah meningkatkan pendapatan dan perekonomian warga sekitar. Jika ekonomi warga bertambah, maka kesejahteraan tercapai. Sumber ekonomi lancar, pendidikan anak-anak bisa berjalan serta kesehatan bisa terjaga. Tiga sisi ini, yaitu Pendidikan, Kesehatan, Ekonomi dalam keluarga tidak bisa terpisah. Saling terkait menuju terwujudnya kesejahteraan keluarga, kata Bupati

“Dengan makin ramainya pengunjung Ziarah ke Makam Gus Dur, semoga menambah rezeki yang barokah bagi pedagang di dalam kompleks Pondok Tebuireng ini. Karena ini masih baru, dan belum tertata baik, maka saya instruksikan, tidak perlu ditarik retribusi selama tiga bulan. Alias  gratis. Tolong kalau ada yang narik, jangan mau bayar,” tegas Bupati, disambut riuh tepuk tangan pedagang sebagai tanda rasa suka.

Tinjau Lapak Milik PKK Kecamatan Cukir

Untuk mendukung agar pedagang makin bisa berkembang dan mendapat pelayanan mudah. Bayar retibusi setelah tiga bulan menempati lapak, dibayarkan  per bulan melalui Bank Jombang sesuai nama yang terdaftar.

“Saya minta Pak Sekda dan Pak Staf Ahli untuk memfasilitasi, agar Bank Jombang membuka kantor pelayanan di lingkup lapak, meskipun di Cukir sudah ada. Tujuannya, apabila pedagang lapak butuh modal, bisa langsung ke Bank Jombang yang ada di sini,” saran Bupati.

Alhamdulillah, lanjut Bupati, Makan Gus Dur, makin menjadi pilihan destinasi wisata, bukan hanya bertujuan ziarah, untuk memanjatkan do’a. Tetapi sudah menjadi tujuan wisata bagi orang dari luar daerah dan luar negeri. Keadaan ini menjadi inspirasi bagi desa-desa yang ada di Jombang untuk mengembangkan destinasi wisata,” ungkapnya.

Untuk itu, P Camat tolong ada koordinasi dengan Kepala Desa, untuk menjadikan salah satu di desa di wilayah kecamatan ada yang menjadi desa unggulan pariwisata. Karena dengan pariwisata akan ada pertumbuhan ekonomi warga setempat. BUMDes harus mempunyai insiatif. Karena PAD Jombang sebagian besar diperoleh dari Pariwisata, urai Bupati, sembari menceritakan pengalaman Bupati berkunjung dari Bali tentang Kampung Wisata di Bangle, yang telah menjadi desa wisata, uang berputar di desa itu mencapai milyaran rupiah dalam sebulan.

Hadi Siswaji dalam laporannya menyampaikan, fasilitas lapak yang dibangun oleh Dinas PUPR Jombang ini, berada di bawah koordinasi UPT Makam Gus Dur dengan Kepala UPT Slamet Tukiran. Jumlah lapak yang tersedia sebanyak 100 unit, namun pedagang yang menempati baru mencapai 70 persen. “Pekerjaan proyek ini belum rampung. Diantaranya, alur menuju lapak belum tertata dengan baik, begitu pula sarana jalan paving juga belum final. Harapan kami, tahun depan kelanjutan pembangunan bisa dikerjakan,” pinta Kadisporapar ini. (dan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here