Ibu Kreatif di Balongbesuk, Diwek Jombang Sulap Limbah Koran Jadi Produk Kerajinan

0
440
Ibu Rumah Tangga sedang Merangkai Limbah Koran Bekas jadi Kerajinan

Ibu Kreatif di Balongbesuk, Diwek Jombang Sulap Limbah Koran Jadi Produk Kerajinan

TIDAK selamanya limbah hanya bisa menjadi kotoran dan tidak bisa berguna. Di Jombang, Jawa Timur,  Ibu Rumah Tangga menyulap  limbah koran bekas  menjadi hasil karya bernilai tinggi.

Hasil karya ibu muda ini sekarang sudah menembus sejumlah pasar di  seluruh wilayah Indonesia. Dengan melibatkan ibu rumah tetangganya mereka terus berkreasi untuk mengolah limbah koran bekas.

Berada di rumah sederhana  di Desa Balongbesok, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang, Jawa Timur inilah sejumlah ibu rumah tangga terus berkreasi. Mereka mengubah limbah kertas koran menjadi berbagai kerajinan  yang indah dan artistik. Seperti vas bunga, tempat pensil, kotak tisu, hingga kerajinan kebutuhan rumah lainnya.

Ari Afrida Pelopor Perajin Koran Bekas jadi Berbagai Produk Pilihan

Kegiatan ibu rumah tangga ini dilakukan untuk mengurangi  limbah koran bekas yang tidak bernilai. Dengan mengumpulkan koran  dari  tetangganya, mereka memotong kecil lembaran koran tersebut. Kemudian tangan tangan kreatif ini menggulungnya dalam lidi kecil. Gulungan ini akan lentur sebab setelah menjadi gulungan lidi diambil dan dibentuk sesuai pesanan pelanggannya.

Dari gulungan-gulungan kecil berukuran panjang inilah dibentuk berbagai perabotan. Untuk menambah kekokohan asesoris rumah tangga ini di tambahkan kestas karton dan lem perekat. Kemudian di beri motif warna dan seni yang menambah cantik karyanya. Proses pembuatannya juga tidak memerlukan waktu lama.

Awal mula munculnya kreasi ini berawal dari tugas sekolah anaknya untuk mengola limbah koran bekas. Setelah jadi satu kerajinan banyak tetangga dan teman yang menanyakannya. Hingga akhirnya,  pembuatan kerajinan tersebut terus dikembangkan. Dengan berbagai inovasi dan kreasi  aneka perabot ini bisa ditampilkan dalam bentuk yang indah dan menarik.

Ari Afrida (35 tahun), seorang perajin mengatakan, kegiatan serupa ini dilakukan sejak empat tahun yang lalu. Awalnya membuat tempat tisu, tempat pensil keranjang sampah.

“Awalnya, anak saya  mendapat tugas dari sekolah untuk mengolah barang bekas,  kemudian coba dari koran bekas. Alhamdulillah, saat ini bisa sebagai sumber penghasilan,” jelas Ari Afrida.

Kerajinan berbahan sederhana ini bisa tampil indah dan artistik, sehingga tidak heran jika  pemasaran produk ini telah menembus hampir seluruh kota di Indonesia melalui pasar online.

Dengan harga yang relatif terjangkau, produk kerajinan ini rata rata dijual dengan harga minimal 40 ribu hingga 150 ribu rupiah, sesuai dengan kesulitan pembuatanya. Dalam satu bulan perajin mampu mendapatan penghasilan jutaan rupiah. Pasarnya. Online, kirim ke Surabaya, Medan, Bali dan kota lainnya,” ungkap Afrida Selasa (17/12) kemarin. (ab/dan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here