Bupati Jombang Resmikan Pembanguan Panggung, Gasebo, Gapura dan Pagar Tirta Wisata Bupati Minta: Tirta Wisata Keplaksari Dikembalikan sebagai Tempat Tujuan Wisata

0
324
Bupati Didampingi Forpimda Memukul Gong sebagai Penanda Peresmian Fasilitas di Tirta Wisata Keplasari Peterongan

Bupati Jombang Resmikan Pembangunan Panggung, Gasebo, Gapura dan Pagar Tirta Wisata Bupati Minta: Tirta Wisata Keplaksari Dikembalikan sebagai Tempat Tujuan Wisata

Jombang, layang.co – Bupati Jombang Hj Mudjidah Wahab hari Rabu (18/12) meresmikan pembangunan fasilitas umum berupa Panggung, Gasebo, Gapuro, dan Pagar di Tirta Wisata, Keplaksari, Peterongan, Jombang.  Pembangunan tersebut menelan anggaran sebesar Rp 1,196 Milyar bersumber dari DAK tahun 2019, berjalan tepat waktu.

Dengan diresmikannya fasilitas tersebut Bupati berharap Kepala  Disporapar selaku pemangku kebijakan, mampu mengembalikan fungsi Tirta Wisata sebagai tempat tujuan wisata yang menyenangkan bagi warga Jombang khususnya dan masyarakat luar Jombang umumnya.

Dulu, Tirtai  Wisata ini menjadi  tujuan wisata kebanggaan bagi warga Jombang. Ke depan, saya minta tempat ini kembali menjadi pilihan tujuan wisata bagi warga Jombang. Tentunya harus diisi dengan berbagai kegiatan seni budaya. Pedagang juga perlu dihadirkan. Seperti hari ini, ada lomba masak menu makanan khas Jombang, juga ada kegiatan lain anak sekolah, kata Bupati.

“Saat ini kami mencoba memperbaiki fasilitas pendukung. Kami berusaha memfasilitasi bagi warga Jombang. Selebihnya, saya minta dukungan dari semua pihak untuk mewujudkan  Tirta Wisata menjadi tujuan wisata. Terutama dukungan kerja sama bersinergi antara Dispopar dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan,” tutur Hj Mundjidah Wahab.

Tari Remo merupakan salah satu Pengisi Acara di Tirta Wisata

Hadir dalam acara tersebut Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Hadi Siswaji, SH, M.Si, Staf Ahli Bupati Ir Jufri, Kepala Dinas OPD, Camat, dan sejumlah Kepada Desa  se-Kabupaten Jombang. Sebelum acara seremonial  dimulai kegiatan diisi dengan lomba mewarnai oleh 250 anak TK di sekitar Gasebo. Di panggung diisi hiburan musik keroncong dari SMPN 2 Jombang, Kelompok Hadrah dari SMPN 3 Peterongan, Tari Remo dari siswa SMPN 3 Jombang sekaligus sebagai pembuka acara.

Selain itu dihalaman lainnya digelar festifal menu masakan khas Jombang disajikan 25 peserta dari komunitas pengusaha Catering dan Hotel, lomba mancing ikan di kolam diikuti 100 lebih peserta. Dari lomba masak, terpilih sebagai Juara I Hario Yusro Hotel memperolah hadiah Rp 2,5 juta, Juara II Grend Red Syariah memperoleh Rp 2 juta, dan Juara III Kampoeng Djawi memperoleh Rp 1,750 ribu.

Hadi Siswaji dalam laporannya mengatakan fasilitas yang dibangun oleh pihak ketiga ini menelan anggaran sebesar  1,196 milyar rupiah bersumber dari DAK Tahun 2019. Meliputi pembangunan pagar keliling, gapura pintu masuk, gasebo, panggung dan lampu penerangan di lingkup lokasi Tirta Wisata. “Lokasi wisata ini akan dikembangkan sebagai lokasi wisata edukasi yang menyenangkan,” ungkap Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata ini.

Masa jaya lokasi Tirta Wisata, ungkap Bupati, terjadi tahun 1980-an. Ketika itu lokasi TW mampu menginspirasi warga Jombang untuk berkumpul menggagas lomba cipta lagu daerah. Sehingga muncul Jombang Beriman, Jombang Kota Santri, lagu Ringin Conthong dan lain sebagainya.

Bupati Didampingi Ketua PKK Jombang Wiwin Sumrambah Menyaksikan dan Mencicipi Sajian Makanan Khas Jombang

Perkembangan Tirta Wisata akan kami sinergikan dengan lokasi wisata Ibu Ratu yang ada disebelah, yang mana dalam waktu dekat akan dibangun Taman Perdamaian. Untuk mendukung program pengembangan pariwisata, kami juga akan merealisasikan pembangunan Gedung Kesenian. Ini wajib dibangun karena Gedung Kesenian sudah termaktup dalam Visi Misi Bupati-Wakil Bupati, saya saat Kampanye Pilkada 2018 lalu, kata Hj Mundjidah Wahab.

Kami belum bisa membangun dengan cepat atas potensi wisata di Jombang, tahap awal Pemkab fokus pengembangkan potensi Wonosalam yang saat ini sedang dibangun pelebaran jalan menuju obyek wisata di Wonosalam, yang nantinya terwujud koneksitas, Wonosalam-Malang, Wonosalam-Kediri, Wonosalam-Mojokerto, urainya.

Apabila koneksitas sudah terbentuk,  nantinya Jombang menjadi pusaran dinamika kota-kota tersebut. Mau ke utara, ke timur, ke barat, ke selatan pasti melalui Jombang, masuk keluar tol melalui Jombang. Untuk itu, Jombang tidak boleh diam, tetapi bagaimana menyiapkan dan menggarap potensi yang ada.

Potensi apa yang dimiliki oleh warga Jombang, agar industri, kerajinan bisa bangkit dan berkembang, yang pada akhirnya, perekonomian Jombang berputar, selebihnya kesejahteraan meningkat. Dan inilah tujuan pembangunan secara menyeluruh, ungkap Bupati perempuan pertama bagi Jombang Kota Santri ini.

Dibagian lain, Bupati mengingatkan kepada Camat untuk mengajak, memotivasi para Kepala Desa, berorientasi membangun desa, mengacu pada desa wisata. Karena dengan membangkitkan desa wisata akan bisa meningkatkan perekonomian desa. Di Desa akan ada pasar, dengan demikian akan menambah Pendapatan Asli Desa (PAD).

“Jangan lupa, laksanakan seruan Sekda yang telah menyurat untuk mengajak Kepala Desa melakukan kegiatan : “Jum’at bersholawat” setiap hari Jum’at di Balai Desa masing-masing, agar kita selalu mendapat perlindungan dan rahmat Allah SWT,” pungkas Bupati yang juga Ketua Fatayat Kabupaten Jombang ini. (dan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here