Pesantren Sangat Penting Jadi Bagian Penguatan Peningkatan Kualitas IPM di Jatim

0
213

Caption foto : Gubernur Jatim saat sambutan

memoexpos.co – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menilai, keberadaan pondok pesantren (Ponpes) dalam memberikan penguatan peningkatan kualitas Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Jawa Timur sangat penting. Harapannya, agar melalui penguatan peningkatan tersebut bisa semakin meningkatkan IPM di Jatim.  

“Saya menyampaikan kepada kita semua betapa pesantren sangat penting untuk terus menjadi bagian dari penguatan peningkatan kualitas indeks pembangunan manusia di Jawa Timur. Karena IPM kita se Jawa paling rendah,” ujar Gubernur Khofifah Indar Parawansa saat memberikan sambutan di acara Seminar Nasional bertema “Peran Pesantren dalam Pembangunan Kesehatan” yang dilaksanakan di Gedung KH. M. Yusuf Hasyim, Pondok Pesantren (Ponpes) Tebuireng Kab. Jombang, Sabtu (9/3). 

Lebih lanjut Gubernur Khofifah menegaskan, bahwa untuk menjangkau penguatan bidang kesehatan, pendidikan, ekonomi dan lain sebagainya, kemampuan pemerintah dinilai sangat terbatas. Peranserta pesantren dalam memberikan pencerahan di bidang kesehatan kepada seluruh santri dinilai sangat penting. Oleh karena itu, Gubernur Khofifah menyambut gembira kepada Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI dengan menggandeng Kementerian Agama (Kemenag) RI mengadakan Seminar Nasional yang mengupas soal kesehatan di lingkup pesantren.     

“Atas nama Pemerintahan Provinsi Jawa Timur, kami menyampaikan terima kasih kepada Bu Menkes rawu (hadir, Red) dengan jajarannya dalam menyelesaikan berbagai persoalan untuk bisa kita atasi bersama,” tuturnya. 

Kendati demikian, Gubernur Khofifah berharap agar Kemenkes RI bisa memberikan penguatan lebih lagi terhadap Pos Kesehatan Pesantren (Poskestren), yakni dengan menempatkan keberadaannya perwilayah di setiap daerah. 

“Saya mohon saatnya Bu Menkes bisa memberikan penguatan Poskestren. Bisa tidak Poskestren itu diberi perwilayah untuk mendapatkan kapitasi, disitu harus ada dokter, ada perawat yang bisa dikirim oleh pemprov dan baru di Polindes,” ujarnya. 

Kendati persoalan kapitasi menjadi hal yang penting, Gubernur Khofifah juga menyampaikan bahwa persoalan gaya hidup (lifestyle) dinilai teramat sangat penting. “Lebih dari itu lifestyle lingkungan dan habitat sangat penting juga, kita mencari solusi dengan cara komprehensip. Karena ketika sudah keluar itu yang terpenting adalah persoalan lifestyle nya para santri. Jadi, by your self do the best,  yakni lakukan yang terbaik yakni melalui promotif dan preventif,” terangnya. 

Oleh karena itu, Gubernur Khofifah mengajak kepada seluruh pengelola sekolah, para juru penerang agama menjadi bagian bersama dalam meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) berbasis Pesantren. Tidak hanya soal kesehatan saja yang dijadikan perhatiannya, Gubernur Khofifah juga menyampaikan tentang pentingnya membangun program ekonomi di lingkup pesantren. Bersama Wagub Emil Elestianto Dardak, dirinya tengah merancang program “one pesantren one produk”. 

“Saya ingin mengaturkan yaitu pada para kyai dan bu nyai semua di luar dari soal kesehatan jasmani, tetapi kesehatan perbankan atau dompet nya juga kita perhatikan. Karena ini penting agar para santri dapat bekal pada saat mereka selesai,” ujarnya.  

Terkait dengan Seminar Nasional yang diadakan sehari itu, Menkes RI Nila F. Moeloek menjelaskan, perilaku hidup sehat di lingkungan pesantren sejak dini dinilai sangat penting. Apalagi persoalan kebersihan dinilai sangat rentan. Untuk itu dirinya berharap agar persoalan kesehatan mendapatkan perhatian khusus dengan mengontrol secara berkala.

“Upaya kesehatan sekolah di sini juga diperlukan sejak dini bagaimana mereka mengetahui kebersihan, karena akan membawa di lingkungan masyarakat,” ujarnya.  

Menkes Nila Moeloek mencontohkan, bahwa di Jepang diajarkan untuk tidak sembarangan membuang sampah sejak kecil. Pengajaran tersebut dinilai sangat diperlukan. “Pada saat ini penyakit tidak menular cukup tinggi, seperti sakit jantung, diabetes,  gagal ginjal. Ini diluar biasanya dan penanganannya mahal,” jelasnya. Siaran Pers humasjatim. (bay)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here